Lintas Nusantara, Muba,.- Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks dan tuntutan publik terhadap transparansi yang semakin tinggi, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin, menegaskan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama insan pers dan aktivis, Senin (16/03/2026).
Mengusung tema “Sinergitas Jurnalis, Aktivis dan Polri Polda Sumsel,Polres Musi Banyuasin Polsek Sanga Desa Andalan”, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan, melainkan representasi nyata dari pendekatan humanis Polri dalam memperkuat legitimasi moral dan kepercayaan publik.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, ruang dialog terbuka tercipta menghadirkan interaksi yang setara antara aparat penegak hukum, jurnalis, serta aktivis sebagai pilar penting dalam ekosistem demokrasi Indonesia modern.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo SH SIK MIK, melalui Kapolsek Sanga Desa Iptu Dr. Candra Kalepi SH MH, menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, jurnalis, dan aktivis merupakan fondasi strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan terselenggaranya fungsi kontrol sosial yang sehat dan berimbang.
“Jurnalis dan aktivis bukan sekadar mitra, melainkan bagian integral dari sistem demokrasi. Peran mereka dalam menyampaikan informasi, melakukan edukasi publik, serta menjalankan fungsi kontrol sosial menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan komunikasi dan kesamaan persepsi menjadi kunci utama dalam membangun kolaborasi yang produktif.
Dalam konteks tersebut, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang adaptif, responsif, dan akuntabel terhadap dinamika masyarakat saat ini.
Kegiatan ini
sekaligus menjadi refleksi transformasi kultural Polri menuju institusi yang semakin modern dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui pendekatan dialogis, diharapkan tercipta hubungan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dilandasi oleh rasa saling percaya dan tanggung jawab bersama.
Para jurnalis dan aktivis yang hadir memberikan apresiasi atas inisiatif Polsek Sanga Desa yang dinilai mampu menghadirkan ruang komunikasi yang inklusif dan konstruktif.
Mereka memandang langkah ini sebagai bentuk keterbukaan institusi kepolisian dalam merespons kritik sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan masyarakat sipil.
Momentum Ramadhan pun menjadi simbol yang tepat bulan yang identik dengan refleksi, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan untuk meneguhkan kembali komitmen kolektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan buka puasa bersama, agenda ini menjadi pesan kuat bahwa keamanan tidak lahir semata dari kewenangan, tetapi dari kepercayaan yang dibangun melalui komunikasi yang jujur dan sinergi yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Polsek Sanga Desa menegaskan posisinya sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjaga hukum, tetapi juga merawat hubungan sosial sebuah langkah strategis yang berpotensi menjadi model pendekatan institusional yang relevan dan inspiratif di tingkat nasional.(Redaksi)


0 Komentar